JAKARTA - Pihak berwenang wilayah Xinjiang, di Tiongkok barat, telah membuka sebagian permukiman di Urumqi, ibu kota Xinjiang

Pelonggaran itu dilakukan setelah penduduk berdemonstrasi pada larut malam untuk memprotes penguncian wilayah berdasarkan kebijakan "nol Covid-19" yang sudah berjalan lebih dari tiga bulan.

Aksi perlawanan publik itu dipicu kemarahan terkait kebakaran di sebuah kompleks apartemen yang menurut informasi resmi, menewaskan 10 orang.

Para petugas darurat membutuhkan waktu tiga jam untuk memadamkan kebakaran. Banyak pihak mengatakan lambannya respons disebabkan oleh upaya-upaya anti-virus yang diterapkan pemerintah.

Pintu rumah sebagian warga Urumqi dikunci dengan rantai. Banyak pihak di kota itu meyakini taktik kasar semacam itu mungkin membuat warga kesulitan lari menyelamatkan diri dalam kebakaran pada Jumat (25/11). Jumlah korban tewas diduga lebih banyak dari angka resmi.

Para pejabat membantah tuduhan itu. Mereka mengatakan tidak membarikade bangunan itu dan bahwa warga diperbolehkan untuk pergi.

Demonstrasi itu, serta kemarahan publik online, adalah tanda-tanda terbaru memuncaknya rasa frustrasi masyarakat terhadap pendekatan Tiongkok yang intens dalam mengendalikan Covid-19. Tiongkok adalah satu-satunya negara besar di dunia yang masih melawan pandemi dengan tes massal dan penguncian wilayah.

Baca Juga: