JAKARTA - Seorang staf diplomat Konsulat Jenderal Jepang di Vladivostok, Rusia diperintahkan untuk meninggalkan Rusia dalam waktu 48 jam setelah ditangkap atas tuduhan mata-mata, Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengumumkan, Senin (26/9).

Tatsunori Motoki di-persona non grata-kansetelah "tertangkap basah sedang menerima (dengan imbalan uang) informasi terbatas tentang aspek-aspek kerjasama Rusia terkini dengan salah satu negara Asia Pasifik, termasuk dampak sanksi Barat terhadap situasi ekonomi di teritori Primorsky (Rusia)", demikian bunyi pernyataan FSB seperti dikutip CGTN, Selasa (27/9).

Dinas keamanan Rusia mendistribusikan sebuah video pendek yang menurutnya diplomat Jepang itu mengetahui bahwa ia telah melanggar hukum Rusia. Dinas keamanan juga mengatakan Moskow telah mengajukan protes kepada Tokyo melalui saluran diplomatik.

Diplomat tersebut dibebaskan setelah beberapa jam dalam tahanan Dinas keamanan Rusia. Kedutaan Jepang di Rusia memprotes ke kementerian luar negeri, menyatakan bahwa penahanan dan interogasi stafnya "sangat disesalkan dan tidak dapat diterima", dan perintah pengusiran oleh Rusia didasarkan pada apa yang disebutnya, "alasan yang tidak adil", media Jepang Kyodo melaporkan, Selasa.

Moskow dan Tokyo saling menjatuhkan sanksi dan pengusiran diplomat sejak konflik Rusia-Ukraina dimulai pada 24 Februari lalu.

Baca Juga: