JAKARTA - Warfy menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) dengan Hascar Automotive Group. Inisiatif kerjasama ini merupakan langkah maju dalam upaya untuk mempromosikan keberlanjutan dan meminimalkan dampak lingkungan melalui daur ulang baterai bekas yang berpotensi bernilai tinggi.

Warfy adalah salah satu distributor dan produsen kendaraan listrik yang beroperasi secara regional di Asean dan Timur Tengah termasuk di Indonesia. Sedangkan Hascar Automotive Group, salah satu distributor dan produsen kendaraan listrik yang beroperasi secara regional di Asean dan Timur Tengah termasuk di Indonesia.

Pada kendaraan listrik, baterai yang habis masa pakainya dan sudah tidak berfungsi lagi, perlu diganti dan dipasang dengan baterai baru untuk menghasilkan performa kendaraan listrik yang lebih baik. Selanjutnya baterai yang telah menjadi sampai kemudian didaur ulang menjadi material bernilai tinggi.

"Untuk itu, daur ulang baterai bekas pada kendaraan listrik ini akan digarap serius oleh kedua belah pihak. Tujuannya adalah untuk memulihkan elemen-elemen berharga yang ada dalam baterai ion-litium yang sudah terpakai," kata Managing Director Warfy Tommy Sucipto melalui siaran pers Minggu (29/10).

Ia mengatakan, ion-litium merupakan jenis baterai yang paling banyak dipakai oleh kendaraan listrik. Baterai ion-litium bekas dari kendaraan listrik adalah sumber daya yang berharga, terutama setelah umur pakainya dalam kendaraan listrik telah berakhir.

"Baterai ini biasanya masih memiliki kapasitas penyimpanan energi yang cukup tinggi jika digunakan dalam pemanfaatan aplikasi lain, meskipun tidak lagi memenuhi kebutuhan mobilitas," ungka Tommy pada acara penandatanganan MOU Warfy dan Hascar Automotive Group.

Bersama dengan Hascar Automotive Group, Warfy ingin memulai membuat perubahan untuk dampak lingkungan yang lebih baik dan positif. Tommy mengatakan, penggunaan baterai ion-litium di industri energi terbarukan dan penyimpanan energi adalah salah satu solusi untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian energy.

"Warfy selama lebih dari periode dua tahun melakukan ekstensif riset terhadap pasar domestik dan internasional. Kami membuktikan kurangnya teknologi komersial yang teruji khususnya yang didesain untuk daur ulang baterai ion-litium dan ekstraksi lengkap elemen-elemen yang berharga," terangnya.

Di sisi lain, Hascar Automotive Group, sebagai distributor dan produsen kendaraan listrik, tingkat mobilisasi masyarakat juga tidak dapat dipungkiri mengalami peningkatan. Sehingga kebutuhan mobil listrik berikut dengan komponennya juga akan turut andil dalam ekosistem mobilitas ini. Pergantian baterai yang sudah tidak layak digunakan, maka akan digantikan dengan kondisi baterai yang baru.

"Kolaborasi dengan Warfy ini akan menjadi hubungan mutualisme yang positif. Sebagai distributor dan produsen kendaraan listrik, kami sangat diuntungkan dengan kerjasama ini. Kami akan terus meningkatkan teknologi pemulihan baterai dan mengoptimalkan penggunaan baterai bekas dalam aplikasi penyimpanan energi," ungkap Direktur dan CEO dari PT Hascar Electrica International, Yedi Sondy.

Hal ini mengacu pada penjualan kendaraan listrik di Indonesia yang semakin meningkat. Dilansir dari lamandataindonesia.idpada 21 Juli 2023, menurut laporan Gaikindo penjualan mobil listrik di Indonesia sebanyak 23.154 unit pada semester 1 tahun 2023.

Angka ini melonjak dari tahun lalu yang hanya sebanyak 15.437 unit. Secara rinci, jumlah mobil listrik berbasis baterai (BEV) yang terjual di Indonesia sebanyak 17.280 unit pada Januari - Juni 2023, kemudian disusul dengan penjualan mobil listrik jenis hibrida di Indonesia sebanyak 5.849 unit. Jika dibandingkan tahun lalu pada 2022, BEV terjual 10.327 dan hibrida sejumlah 5.100 unit.

Banyaknya penjualan mobil listrik berbasis baterai ini yang kemudian menjadi acuan bagi Warfy dan Hascar untuk terus bersinergi. Keduanya berkomitmen dalam pemanfaatan limbah baterai ion menjadi energi baru yang terbarukan, meningkatkan siklus hidup baterai, dan meminimalkan limbah dari kendaraan listrik.

"Kami yakin bahwa pemanfaatan baterai ion- litium bekas adalah salah satu kunci dalam peralihan ke energi yang lebih bersih dan keberlanjutan di masa depan," pungkas Tommy pada acara penandatanganan yang turut dihadiri oleh Sally Dean selaku Komisaris Perdagangan Senior Australia, jajaran pemerintahan West Australia, dan pemangku kepentingan pemasok kendaraan listrik.

Baca Juga: