JAKARTA - PSSI terus mengambil langkah-langkah persiapan penerapan teknologi VAR (Video Assistant Referee) di Indonesia. Selain terus menggelar uji coba penggunaan teknologi ini, PSSI juga akan sosialisasi penggunaan teknologi VAR.

Sosialisasi ini akan ditujukan kepada pemain, pelatih, dan ofisial tim-tim peserta Liga 1 2023-2024.

"Setiap kali, sebelum kompetisi, akan ada sosialisasi VAR. Yang tadinya biasanya sosialisasi satu pertandingan saja, nah, kali ini kita pasti akan intens. Jadi, sasarannya pemain, pelatih, tim ofisial dan manajemen anggota," ujar Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, Minggu (18/2).

Saat ini, operator kompetisi profesional Indonesia, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) masih mengadakan uji coba penerapan VAR tahap ketiga. Dalam uji coba ini, delapan kamera yang dipasang di sejumlah titik lapangan digunakan dalam uji coba, yang mempertandingkan klub Sekolah Sepak Bola (SSB) lokal.

Menurut Tisha, saat ini, penerapan VAR masih harus melalui beberapa tahap lagi. Salah satunya persetujuan dan penilaian terakhir wasit serta asisten wasit VAR yang diberikan oleh FIFA.

"Untuk bertugas masih akan menunggu persetujuan dari FIFA sebagai penilaian terakhir. Untuk wasit kemudian melakukan pertandingan uji coba. Rencananya, FIFA akan hadir di sini antara tanggal 1 dan tanggal 8 Maret untuk melihat latihan terakhir kesiapan di batch 1 wasit ini," jelas Ratu Tisha.

Sementara itu, Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus mengatakan dalam uji coba yang dilakukan di Lapangan JSI Resort, Megamendung, Bogor, Sabtu (17/02), mereka menjajal sejumlah perangkat yang akan digunakan dalam VAR.

"Intinya, kalau kita lihat, ada alat peraga yang didemonstrasikan atau gunakan sekarang. Ini mulai dari simulator dan semua peralatan," ujar Ferry Paulus. "Ini persis seperti yang dibeliuntuk Piala Dunia U-17 2023 lalu," sambungnya. ben/G-1

Baca Juga: