JAKARTA - Pemerintah terus memantau jalannya panen raya sekaligus penanganan pascapanen. Sebab, itu juga menentukan produktivitas hasil panen. Produktivitas bisa turun apabila penanganan pascapanen kurang baik.

"Di samping memastikan jalanya panen raya, kami pun memastikan penanganan pasca panen yakni kesiapan penggilingan, terutama penggunaan penggilingan padi modern. Dengan begitu, produksi beras pada panen raya ini semakin terjamin ketersediaan bahkan dengan kualitas yang bagus," tegas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Selasa (28/2).

Dalam kegiatan panen di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah kemarin, dia mengingatkan agar hasil panennya menggunakan penggilingan modern. Karena itu, Kementan memastikan kesiapan penggilingan harus terjamin guna menekan kehilangan beras dan menjamin kualitasnya.

"Kami memiliki program taxi alsintan (alat mesin pertanian), ini agar daerah, kelompok tani dan pelaku usaha dapat dengan mudah mengakses kredit usaha rakyat (KUR) untuk pengadaan mesin penggilingan padi modern," tandasnya.

Dia mengungkapkan berdasarkan data Kerangka Sampling Area (KSA) BPS, diperkirakan luas panen raya pada Februari 2023 sebesar 1 juta hektar dan puncak panen raya pada Maret mendatang sebesar 1,9 juta ton. Jika produksi rata-rata 5 ton per hektar dari 1 juta hektar, artinya minimal ada 10 juta ton gabah setara 5 sampai 6 juta ton beras.

Baca Juga: