JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Kepala Badan BP BUMD Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bank DKI sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov yang menyumbang dividen terbesar ke Pemerintah Daerah.

Hal itu disampaikan Nasruddin pada saat memberikan sambutan perayaan Halalbihalal dan Tasyakuran HUT Bank DKI ke-63 di Kantor Pusat Bank DKI, Jakarta baru-baru ini. Acara dihadiri oleh Kepala Badan BP BUMD, Direksi BUMD DKI Jakarta, Direksi, Dewan Komisaris, dan karyawan Bank DKI, hingga Direksi dan Dewan Komisaris Bank DKI periode 2006-2023, serta perwakilan pensiunan Bank DKI.

Berdasarkan Laporan keuangan audited, Bank DKI tahun 2023 mampu membukukan laba bersih sebesar 1,02 triliun rupiah. Melalui RUPS Tahunan Bank DKI Tahun Buku 2023 pada 22 Maret 2024 lalu, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar 32 persen dari laba atau senilai 326,44 miliar rupiah.

"Saya berharap peningkatan laba dan dividen Bank DKI yang semakin meningkat selaras dengan kinerja Bank DKI untuk mendukung terwujudnya Jakarta sebagai Global City dengan terobosan produk dan layanan perbankan yang inovatif dan adaptif," kata Nasruddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Bank DKI yang selalu berkembang dan on track untuk menjadi pendorong utama dalam sinergi antar BUMD DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan dari Pemprov DKI Jakarta dan BUMD DKI atas hubungan baik dan sinergi yang telah terjalin selama ini sehingga bank terus Bertumbuh, Berkelanjutan Bersama Jakarta.

Sebagai informasi, tahun ini Bank DKI berusia 63 tahun yang tepat jatuh pada tanggal 11 April dan diperingati dengan tema 'Bertumbuh, Berkelanjutan Bersama Jakarta. "Tema itu merupakan cerminan tekad Bank DKI untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Jakarta yang berkelanjutan serta hadir menjadi pilihan bagi masyarakat Kota Jakarta dengan berbagai produk dan layanan perbankan yang inovatif dan adaptif," kata Amirul.

Biaya Pendidikan Anak Pensiunan

Pada kesempata itu, Bank DKI turut menyalurkan serangkaian inisiatif program CSR, berupa bantuan dana usaha kepada para purnabakti Bank DKI melalui program Probahtera (Program Purna Bakti Sejahtera) yang merupakan program pemberdayaan ekonomi keluarga pensiunan karyawan untuk memulai dan mengembangkan usaha, serta wujud komitmen pengembangan UMKM di Jakarta.

Pada kesempatan itu, Bank DKI juga memberikan bantuan biaya pendidikan bagi sejumlah anak pensiunan yang berprestasi sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan, dan diharapkan dapat menjaga keberlangsungan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak pensiunan Bank DKI. Program diberikan kepada anak-anak dari para purnabakti Bank DKI untuk jenjang pendidikan SMP, SMA, D4 dan S1.

Sekretaris perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menyampaikan bahwa program bantuan dana usaha dan pendidikan ini juga merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dalam Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) PT Bank DKI Tahun 2023.

"Melalui program CSR, Bank DKI tidak hanya memberikan bantuan finansial, melainkan sebagai bentuk upaya memperkuat infrastruktur sosial, dan pendidikan. Bank DKI juga meyakini bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar bentuk kepedulian, tetapi merupakan investasi bagi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat," tutup Arie.

Baca Juga: