JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren negatif, hari ini (9/11). Pelaku pasar masih menanti kejelasan sikap bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang masih berpotensi tetap mempertahankan tingkat suku bunga di level tinggi.

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius melihat pidato Gubernur The Fed, Jerome Powell akan menjadi sentimen yang dominan terhadap pergerakan IHSG. Dia memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Kamis (9/11), bergerak di area support 6.700 dan resistance di 6.990.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/11) sore, ditutup melemah seiring para pelaku pasar mencermati atau wait and see pidato Jerome Powell. IHSG ditutup melemah 39,68 poin atau 0,58 persen ke posisi 6.804,11. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,67 poin atau 0,73 persen ke posisi 906,75.

"Pergerakan IHSG hari ini terkoreksi cukup dalam, hal ini sejalan dengan pergerakan bursa regional yang juga mayoritas bergerak terkoreksi," ujar Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit di Jakarta, kemarin.

Didit memperkirakan dari sisi sentimen para pelaku pasar masih cenderung wait and see terhadap pidato Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed Jerome Powell pada malam ini, ditambah dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor kesehatan sebesar 0,69 persen.

Baca Juga: