DEPOK - Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menyatakan Kota Depok siap memanfaatkan bonus demografi yang menghasilkan generasi produktif dan harus diarahkan kepada hal-hal yang positif untuk mewujudkan 'Indonesia Emas' tahun 2045.

"Generasi produktif yang notabene diisi oleh anak-anak muda harus diberikan kesempatan dan pendidikan. Termasuk, diarahkan untuk bisa meningkatkan kapasitas diri dengan hal-hal yang positif," kata Imam Budi di Depok, Rabu (13/4).

Imam mengatakan ini merupakan kekuatan bagi bangsa kita untuk memimpin di masa depan. Kalau sekarang Indonesia masuk negara berkembang, maka ke depan Indonesia menjadi negara maju yang diperhitungkan oleh dunia.

Dikatakannya dalam sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa atau dalam Islam dikatakan sebagai Habluminallah yaitu kekuatan kepada sang pencipta. Menurutnya, dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya adalah sebuah prinsip hidup yang akan membawa kepada kebaikan dan masa depan yang sukses.

"Kedua adalah sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab atau dalam agama Islam disebuthabluminanaas. Hubungan baik antarsesama manusia, menghormati tetangga, sayang terhadap teman, hormati yang tua, kasih kesempatan yang muda, ini adalah ajaran-ajaran yang diajarkan oleh agama maupun diajarkan oleh para orang tua kita," katanya.

Bingkai NKRI

Ketiga yakni sila Persatuan Indonesia. Dalam sila tersebut dijelaskan hidup ber-Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI.

"Sila keempat yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, menggambarkan kita ini dalam mengambil suatu keputusan harus dengan musyawarah mufakat tidak boleh satu sama lainnya saling mengklaim," jelasnya.

Terakhir sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila tersebut, imbuhnya menggambarkan seorang manusia yang adil dan beradab itu bukan saja manusia yang menghormati sesama manusia, tetapi harus bisa menghormati dan menyayangi makhluk hidup lainnya.

Menurut Imam konsep pembangunan kota untuk semua itu menggambarkan bahwa semuanya bukan saja untuk manusia tapi buat tumbuh-tumbuhan, untuk hewan.

Baca Juga: