MADRID - Anggota legislatif Katalonia pada Rabu (6/9) bersiap untuk loloskan rancangan undang-undang (RUU) baru bagi pelaksanaan referendum pemisahan diri dari Spanyol yang akan digelar pada 1 Oktober mendatang, yang amat ditentang oleh pemerintahan pusat di Madrid. RUU ini kemungkinan besar bakal lolos karena mayoritas lembaga parlemen Katalonia dikuasai oleh partai-partai prokemerdekaan.

"Tak akan ada keharusan batasan minimum agar hasil referendum ini bisa mengikat dalam RUU baru ini," kata ketua pemerintahan daerah Katalonia, Carles Puigdemont. "Semua perlengkapan referendum semua sudah tersedia," imbuh Puigdemont.

Referendum ini ingin dilaksanakan setelah mayoritas warga Katalan menyatakan ingin punya kesempatan untuk menentukan apakah wilayah mereka perlu berpisah dengan Spanyol. Kesempatan referendum serupa pernah terjadi pada 2014 lalu, namun hasilnya amat minim tak sesuai harapan. Namun jika hasil referendum sebagian besar menyatakan "ya" untuk berpisah, sesuai dengan aturan yang termaktub dalam RUU baru terkait referendum Katalonia, maka parlemen Katalonia bisa menyatakan kemerdekaan hanya dalam kurun waktu 48 jam. Rtr/I-1

Baca Juga: