ROMA - Juara Olimpiade asal Italia Marcell Jacobs mempertahankan mahkota lari 100 m Eropa di Roma, Minggu (9/6). Dia tampil sempurna jelang berlomba di Olimpiade Paris mendatang. Jacobs mencatat waktu terbaik musim ini 10,02 detik untuk mengklaim emas. Rekan setimnya dari Italia, Chituru Ali, meraih perak dengan catatan waktu 10,05 detik, dan pelari Inggris Romel Glave meraih perunggu dengan catatan waktu 10,06 detik.

Setelah tiga sesi yang tidak banyak dihadiri penonton, terdapat banyak penonton yang riuh di Stadio Olimpico untuk menyaksikan aksi Jacobs, penduduk asli Roma. Hanya, dia lahir di Amerika Serikat dari ayah tentara AS dan ibu Italia, namun dibesarkan di Roma.

Dia menerima sambutan meriah dari penonton. Mereka terima tepuk tangan seperti seorang kaisar Romawi. Sambil tersenyum, Jacobs mengalihkan fokusnya ke trek. Start yang salah memecah keheningan di Stadio Olimpico. Ali mendapat kartu kuning saat para sprinter kembali ke blok dan bersiap untuk kedua kalinya.

Kali ini tidak ada kesalahan dan Jacobs memimpin dari start hingga finis meski disaingi oleh Ali dan Glave. Mampu menyentuh garis finis dengan cepat di urutan, memastikan Jacobs meraih medali emas Eropa berturut-turut. "Saya punya tiga tujuan: kesehatan fisik, mempertahankan gelar Eropa, dan gelar Olimpiade," ujar Jacobs.

Dia menang lagi dan sangat senang. Ini adalah pertama kalinya musim ini dia berlari dua balapan dengan ketat. Di final Jacons merasakan kram di betis kanan tetapi melanjutkan. Dia menggertakkan gigi karena ingin menang di depan penonton yang luar biasa.

Jacobs memenangkan medali emas Olimpiade Tokyo 2021 yang tertunda karena Covid. Atlet asal Italia itu mencetak rekor Eropa 9,8 detik untuk memastikan kemenangan tersebut. Dia kemudian mengantongi medali emas kedua sebagai bagian dari lari estafet 4x100m.

Jacobs melanjutkan kesuksesan dengan memenangkan gelar dunia lari 60 m dalam ruangan 2022 di Beograd dan medali emas 100 m Eropa di tahun sama di Munich. Serangkaian cedera terjadi, tetapi Jacobs telah menunjukkan tekadnya dan mengganti pelatih di tahun 2024, pindah ke AS untuk berlatih di bawah asuhan Rana Reider.

"Saya mengubah hampir segalanya dalam hidup dan berjanji ingin memberi Italia lebih banyak emosi," ujar Jacobs. Dia sangat senang karena semuanya menjadi lebih baik. Jacobs tahu telah membuat taruhan besar terhadap diri sendiri. Dia paham datang ke Roma bukan dalam kondisi terbaik tetapi menang. Itu salah satu tujuan musim ini. ben/AFP/G-1

Baca Juga: