JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak tertekan karena break out support 4.200 meskipun indikator stochastic dan RSI terlihat sangat rendah pada momentum jenuh jual. IHSG mengalami break out lower bollinger bands sebagai indikasi tekanan dengan kisaran support selanjutnya di level 3.950.

"IHSG masih akan bergerak tertekan dengan support resistance 3.950-4.200 pada perdagangan, Jumat (20/3)," kata Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi dalam risetnya, Kamis (19/3). Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya AKRA, BBCA, BNGA, BMRI, HRUM, ICBP, JPFA, MEDC, MNCN, SIMP, TLKM, TOWR, dan UNVR.

Pada perdagangan, Kamis, IHSG turun 5,20 persen atau 225,25 poin ke level 4.105,42 dengan beban pada indeks aneka industri dan konsumsi. Bank Indonesia yang memperkirakan ng inflasi sebesar 2-4 persen dan memangkas estimasi pertumbuhan Indonesia menjadi 4,2-4,6 persen dari 5-5,4 persen direspons negatif rupiah yang turun 4,53 persen ke level 15.912,50 rupiah per dollar AS. Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar 636,04 miliar rupiah. Saham-saham BBCA, BBRI dan TLKM menjadi yang terbanyak dijual bersih investor asing. Investor masih dalam keadaan bayang-bayang dampak pandemic coronavirus di Indonesia.

yni/AR-2

Baca Juga: