Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terjadi pada Sabtu (4/12) sore. Letusan yang diawali banjir lahar dan awan panas menggemparkan warga dan netizen di media sosial.

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperwati mengatakan, masih banyak warganya terjebak di wilayah Curah Kobokan.

Berikut Koran Jakarta merangkum fakta-fakta soal erupsi Gunung Semeru.


1.Puluhan orang terjebak belum dievakuasi
Dilaporkan, terdapat 10 orang terjebak dan belum dievakuasi karena lokasi sulit dijangkau. Hingga kini proses evakuasi masih terus diupayakan melalui udara dengan helikopter saat kondisi cuaca memungkinkan. Sementara itu, proses evakuasi lewat jalur darat terhambat karena mobil tidak bisa masuk lokasi warga yang terjebak karena lumpur jampir setinggi lutut orang dewasa.

2.Jarak luncur awan panas 11 kilometer

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani menyebutkan, jarak luncur awan panas guguran Gunung Semeru mencapai hingga 11 kilometer. Sebagai informasi, awan panas Gunung Semeru menciptakan awan yang membumbung. Awan membumbung tinggi itu disebabkan oleh pertemuan aliran awan panas dan air hujan.

3. 13 Orang Tewas dan 10 Hilang

BNPB melaporkan ada 13 orang tewas dan 10 hilang dalam insiden erupsi Gunung Semeru. Korban hilang ini merupakan penambang pasir yang beroperasi di daerah aliran sungai yang jadi aliran lahar dingin.

4. Puluhan warga luka-luka

Erupsi gunung Semeru tersebut mengakibatkan 98 orang luka-luka. Dilaporkan,ada 62.084 orang terdampak. BNPB bersama pemerintah terus berupaya untuk melakukan penanganan terhadap korban dan warga terdampak erupsi.

5. Awan gelap menyelimuti dua kecamatan

Diketahui, dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yaitu Pronojiwo dan Candipuro terdampak akibat letusan Gunung Semeru. Menurut Bupati Lumajang Thoriqul Haq, pada sore hari, dua kecamatan tersebut kondisinya gelap gulita.

Baca Juga: