Kematian akibat infeksi Covid-19 di Malaysia mengalami lonjakan yang cukup masif. Kejadian dari 18 kasus kematian pada Selasa (11/1) bertambah menjadi 27 kasus kematian di keesokan harinya, Rabu (12/1).

Angka tersebut termasuk sembilan orang yang dibawa dan meninggal dunia (BID) sebelum sampai rumah sakit. Sehingga akumulasi total kematian menjadi 31.723 kasus.

Melansir dari situs web CovidNow Kementerian Kesehatan Malaysia capaian kematian nasional berada di angka tujuh kematian per satu juta penduduk yang merujuk data dua pekan terakhir.

Dalam hal ini, lebih rinci pada wilayah yang masih memiliki angka kematian tertinggi yakni Terengganu, dengan 25 kematian per satu juta penduduk, disusul Kelantan dengan sembilan orang per satu juta penduduk.

Selain itu, Pahang, Perak, Kedah, Perlis, Melaka dan Selangor mencatat delapan kematian per satu juta jiwa, dikutip dari Malay Mail.

Perlu diketahui, kasus harian Covid-19 di Malaysia juga mulai merangkak naik. Pada Selasa (11/1), kasus virus corona 3.175. Dengan demikian, total kasus di negara itu mencapai 2,7 juta dan 31.696 kematian.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin, mengaku Negeri Jiran tak sanggup menerapkan seperti strategi China dengan nol-Covid.

Dirinya menyebutkan alasan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat membuat penguncian wilayah tak bisa diterapkan.

Melihat kembali Juni 2021 lalu, Malaysia pernah menerapkan lockdown total. Kebijakan itu menuai banyak kritik mulai dari masyarakat hingga politisi. Bahkan memicu pengunduran diri PM Malaysia, Muhyiddin Yassin.

Baca Juga: