MUNICH - Juara dunia Prancis mengawali Piala Eropa 2020dengan laga melawan Jerman, Rabu (16/6) dini hari WIB. Jerman sedang berusaha menemukan kembali performa terbaik mereka dalam pertandingan pertama antara dua tim kuat Eropa di turnamentahun ini.

Prancis asuhan Didier Deschamps menuju Munich untuk pertandingan Grup F dengan perselisihan antara penyerang Kylian Mbappe dengan Olivier Giroud. Meski demikian Les Bleus masih difavoritkan merebut gelar. Sementara Jerman akan berjuang dan di bawah tekanan.

Setelah 15 tahun bertugas, pelatih Jerman Joachim Loew mengundurkan diri setelah gelaran Piala Eropa 2020. Karena itulah dia ingin membentuk mentalitas seperti pada 2014 ketikatim asuhannya kompak untuk memenangkan Piala Dunia.

Prancis perlu mengingat hasil yang mereka capai di Brasil. Les Bleus tersingkir di perempat final ketika sundulan Mats Hummels memastikan kemenangan bagi Jerman di Stadion Maracana, Rio de Janeiro.

Prancis membalas dendam ketika Antoine Griezmann mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 di semifinal Piala Eropa 2016 sebelum tuan rumah kalah dari Portugal di final.

Prancis memenangkan pertemuan terakhir antara keduanegara bertetangga itu pada 2018 ketika Griezmann kembali mencetak dua gol untuk memastikan kemenangan 2-1 pada laga UEFANations League di Paris.

Jerman menghadapi awal yang sulit untuk Piala Eropa 2020. Pertandingan melawan juara bertahan Portugal dihdapi empat hari setelah laga kontra Prancis sebelum menyelesaikan babak penyisihan grup menghadapi Hongaria.

Ketegangan terjadi di skuad Prancis setelah Giroud, yang mencetak dua gol saat masuk dari bangku cadangan dalam kemenangan 3-0 dalam pertandingan pemanasan atas Bulgaria, mengeluh tentang umpan yang diterimanya. Itu membuat Mbappetersinggung.

Ini menjanjikan pertandingan yang panas setelah bek Chelsea Antonio Ruediger mengakui Jerman mungkin perlu sedikit bermainkotor menghadapi serangan Prancis. "Jerman memiliki pemain muda yang bagus dan saya tidak percaya mereka selemah dulu," ujar bek Bayern Munich Prancis Benjamin Pavard.

Pulihkan Reputasi

Loew, 61, sangat ingin mendapatkan Jerman meraih gelar Eropa keempat dan meningkatkan reputasinya yang rusak setelah tim asuhannya gagal melaju dari babak penyisihan grup Piala Dunia 2018.

Tiga tahun setelah bencana di Russia itu, Loew berharap pertahanan tim asuhannya yang goyah dapat mengatasi lini serang Prancis. Les Bleus dapat menurunkan tiga penyerang yang menakutkan seperti Mbappe, Griezmann dan Karim Benzema.

Jerman kemungkinan akan dengan formasi 3-5-2 dalam upaya untuk melawan ancaman Perancis. Itu karena mereka telah kebobolan 20 gol danhanya tiga kali clean sheet, dalam 13 pertandingan terakhir.

Loew meyakinkan pendukung Jerman, bahwa para pemainnya bangga memakai kostum "Der Panzer".

"(Kami) harus melalui neraka dan mampu mengatasi penderitaan jika ingin mencapai sesuatu. Kami akan memberikan segalanya," ujarnya.

Jerman mencapai setidaknyababak semifinal di setiap turnamen besar dari Piala Dunia 2006 hingga Piala Eropa 2016, tetapi tiga tahun terakhir menjadi suram bagi mereka.

Setelah bencana Piala Dunia, Jerman menempati posisi terbawah grup UEFA Nations League 2018-2019, dikalahkan 6-0 oleh Spanyol November lalu. Jerman juga mengalami kekalahan mengejutkan 1-2 di kandang dari tim kecil Makedonia Utarapadakualifikasi Piala Dunia bulan Maret lalu.

"Pukulan dalam tiga tahun terakhir telah meninggalkan jejak," ucap bek tengah Hummels, yang bersama dengan Thomas Muellerdipanggil kembali setelah Loew membatalkan keputusannya pada 2019 untuk mencoret pasangan tersebut.

Joshua Kimmich dari Bayern mengatakan timnya akan berupaya menebus kegagalan di depan pendukung sendiri.

"Kamimengecewakan banyakorang selama beberapa tahun terakhir. Kami tidak selalu bisa menyembunyikan dan mengatakan bahwa kami memilikikualitas. Sekarang semuanyaterserah kami," ujarnya. ben/AFP

Perkiraan Formasi

Prancis 4-3-1-2

Lloris

Pavard, Varane, Kimpembe, Hernandez

Kante, Pogba, Rabiot

Griezmann

Mbappe, Benzema

Jerman 3-4-2-1

Neuer

Ginter, Hummels, Rudiger

Kimmich, Kroos, Gundogan, Gosens

Havertz, Muller

Gnabry

Baca Juga: