YOGYAKARTA - Lembaga pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) merilis hasil QS World University Rankings (WUR) tahun 2022 pada hari Selasa 8 Juni 2021 atau Rabu 9 Juni waktu Indonesia. Pada tahun ini Universitas Gadjah Mada (UGM) mempertahankan posisinya di peringkat 250 besar dunia, lebih tepatnya di peringkat 254. Dengan hasil ini, UGM tetap menjadi universitas terbaik di Indonesia versi QS WUR.

Terdapat enam aspek utama yang dinilai dalam QS WUR, yaitu Academic Reputation, Employer Reputation, Citations per Faculty, Faculty Student Ratio, International Faculty, dan International Students. Total nilai UGM secara keseluruhan mengalami peningkatan dari pemeringkatan tahun sebelumnya dari 37,4 menjadi 38,3. Pada aspek Academic Reputation, UGM mengalami peningkatan skor 6,46%, dari 44,9 menjadi 47,8. Demikian juga pada aspek Employer Reputation, skor UGM naik 2,78% dari 43,2 di pemeringkatan untuk tahun 2021 menjadi 44,4 untuk pemeringkatan tahun 2022 ini.

"Perlu diketahui bahwa pemeringkatan QS WUR tahun 2022 diumumkan tahun 2021, dan menggunakan data 2020," demikian kata PIC Kepala Kantor Jaminan Mutu, Indra Wijaya Kusuma, dalam rilis pers yang diterima redaksi, Rabu (9/6).

Di samping kemajuan yang dialami UGM pada beberapa aspek, Indra mengatakan, terdapat tantangan yang dihadapi karena force majeure. Pandemi Covid-19 tak luput memengaruhi capaian pada QS WUR tahun 2022. Aspek International Faculty dan International Students mengalami pukulan terberat karena berbagai restriksi perjalanan dan transisi proses pendidikan menjadi hampir sepenuhnya digital sejak tahun lalu.

"Meskipun demikian, di tengah tantangan pandemi dan persaingan 1.185

universitas terpilih seluruh dunia, UGM dapat terus kompetitif pada daftar 250-an universitas terbaik," terang Indra.

Menurut Indra, capaian ini merupakan hasil kerja keras dari berbagai pihak. Berbagai perbaikan telah dilakukan UGM dari sisi internal, antara lain menambah jumlah pengajar, mempercepat transformasi pendidikan secara digital dengan menyelenggarakan program courses untuk mahasiswa asing yang hampir seluruhnya diselenggarakan secara daring, menunjang penelitian, dan menjalin kerja sama dengan berbagai mitra baik dalam negeri maupun luar negeri.

Namun demikian, Indra menekankan bahwa kerja sama secara sinergis antar pemangku kepentingan harus diperkuat untuk menghadapi masa depan yang semakin menantang. UGM tetap teguh pada mandatnya, yaitu bekerja untuk kemanusiaan dan pembangunan bangsa. Ranking bukan tujuan. Namun, ranking dapat memberikan informasi atas area-area yang masih memerlukan kerja keras untuk perbaikannya.

"Oleh karena itu, UGM berkomitmen untuk melakukan berbagai inovasi agar impak positif Tridarma yang dijalankan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan secara bersamaan daya saing yang ditunjukkan antara lain oleh QS WUR juga meningkat," pungkas Indra.

Baca Juga: