Cakupan imunisasi untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) polio di tiga wilayah yaitu Jawa Timur, Jawa tengah, dan Sleman, DIY, rata-rata mencapai 100 persen.

JAKARTA - Cakupan imunisasi untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) polio di tiga wilayah yaitu Jawa Timur, Jawa tengah, dan Sleman, DIY, rata-rata mencapai 100 persen. Pelaksanaan respons wabah atau outbreak response polio yang sudah dilakukan Kemenkes, yakni Sub PIN putaran 1 pada 15-21 Januari 2024.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan KLB polio perlu segera direspons dengan melakukan imunisasi tambahan sebanyak dua putaran di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kabupaten Sleman, DIY. Pada putaran dua, pemerintah menargetkan cakupan imunisasi polio mencapai minimal 95 persen.

"Masing-masing putaran Sub PIN dilaksanakan dalam waktu 1 minggu," ujar Maxi, dalam Update Pelaksanaan Sub-PIN Polio, secara daring, Kamis (25/1).

Dia menerangkan, imunisasi ada proses sweeping satu minggu, dengan jarak minimal antar putaran adalah 1 bulan, dan target cakupan sekurang-kurangnya adalah 95 persen. Imunisasi Sub PIN dilakukan di puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, sekolah, dan pos imunisasi lainnya di bawah koordinasi puskesmas.

"Sasaran imunisasi tambahan ini adalah anak usia 0-7 tahun dengan target cakupan imunisasi adalah 95 persen," jelasnya.

Maxi mengungkapkan, berdasarkan data Pusdatin, 29 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan 37 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur telah mencapai target cakupan 95 persen. Sedangkan Kabupaten Sleman belum mencapai target.

"Sementara berdasarkan sasaran riil di lapangan, 32 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah; 38 dari 38 kabupaten/kota Jawa Timur; dan Kabupaten Sleman telah mencapai target 100 persen," katanya.

Ppemerintah terus melakukan kegiatan surveilans lumpuh layu akut, dan surveilans polio lingkungan. ruf/S-2

Baca Juga: