JAKARTA - Kepolisian mengerahkan 159 personel gabungan untuk mengamankan demo buruh di depan kantor pusat PT PLN (Persero) di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Kurang lebih ada 150 personel gabungan yang terdiri dari Polda, Polres Jakarta Selatan dan Polsek Kebayoran Baru," kata Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Donni Bagus Wibisono saat dihubungi di Jakarta, Kamis (2/2).
Donni mengatakan, pengerahan sejumlah personel gabungan tersebut untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi keramaian demi lancarnya unjuk rasa.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah anggota Kepolisian sudah berjaga di depan kantor PLN yang berada di seberang Museum Polri dan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia pada pukul 09.06 WIB.

Pada pukul 10.17 WIB, sebagian massa telah mendatangi lokasi dengan menaiki dua kendaraan komando yang dilengkapi pengeras suara.
Kemudian menyusul lima bus yang menurunkan ratusan orang mengenakan baju berwarna putih, oranye dan merah.
Mereka juga membawa poster yang berisikan tuntutan dan bendera mewakili aliansi buruh seperti Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh.
Pukul 10.44 WIB, mobil komando yang dilengkapi pengeras suara memutar lagu "Indonesia Raya" sebelum memulai aksi mereka.

Arus lalu lintas hingga kini masih berjalan lancar tanpa adanya hambatan dengan adanya pengaturan oleh polisi di sekitar lokasi.
Sejumlah buruh menyampaikan tujuh tuntutan, yakni menolak penurunan upah pekerja/tenaga alih daya (TAD), menolak perubahan status hubungan kerja tenaga alih daya.
Kemudian, menolak jenis pekerjaan berdasarkan pola kemitraan (volume based), menolak dana talangan pelanggan PLN serta menghentikan kecelakaan kerja di lingkungan PLN.
Terakhir, angkat tenaga kerja alih daya menjadi pekerja di anak perusahaan PT PLN dan meminta agar 19 tenaga alih daya dipekerjakan kembali usai di-PHK oleh PT DKB di Lampung.

Baca Juga: