Kabupaten Bogor mengandalkan kawasan puncak untuk memulihkan kunjungan wisata yang terdampak pandemi Covid-19.

BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, menjadikan Kawasan Puncak sebagai andalan untuk memulihkan angka kunjungan wisata yang sempat anjlok akibat pandemi Covid-19.

"Berbagai upaya telah kami lakukan untuk menjadikan Kawasan Puncak sebagai kawasan wisata yang ramah, aman, nyaman dan berkelanjutan semoga bisa terwujud dengan baik," ungkap Bupati Bogor, Ade Yasin dalam webinar yang digelar oleh Universitas Djuanda (Unida) di Bogor, kemarin.

Menurutnya, sebelum pandemi, pada tahun 2019 angka kunjungan wisata di Kabupaten Bogor mencapai 9,7 juta pengunjung. Kemudian anjlok pada tahun 2020 menjadi 5,1 juta pengunjung. Namun, angkanya kembali naik meski belum sepenuhnya pulih, yakni 6,4 juta pengunjung di tahun 2021.

Ade Yasin bertekad memulihkan angka kunjungan wisata karena memberikan kontribusi cukup signifikan pada pendapatan asli daerah (PAD), yaitu sebesar 282 miliar rupiah atau 7,61 persen dari PAD tahun 2021 yang senilai 3,7 triliun rupiah.

Ia menyebutkan, sektor pariwisata diharapkan menyerap banyak tenaga kerja serta mendongkrak pendapatan daerah, sehingga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor.

"Kabupaten Bogor ini daerah yang berdekatan dengan ibu kota negara dan berbatasan langsung dengan 10 kabupaten/kota dan dua provinsi yang dikelilingi sekitar 70 juta populasi, sehingga potensi wisata Puncak ini sangat besar, bahkan kawasan Puncak menjadi wisata favorit warga Jabodetabek," tuturnya.

Menurutnya, Pemkab Bogor juga sedang memperbanyak desa wisata melalui program Karsa Bogor Maju. Jumlah desa wisata yang semula ada 25 desa pada tahun 2019, kemudian bertambah jadi 35 desa wisata pada tahun 2020, dan menjadi 40 desa wisata pada tahun 2021.

Di samping itu, Pemkab Bogor juga mengandalkan tagline Sport and Tourism langkah untuk meningkatkan prestasi olahraga dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dengan mengoptimalkan potensi olahraga dan sektor pariwisata.

"Program ini dilakukan dengan mengembangkan mengembangkan sarana olahraga, menambah fasilitas olahraga di tempat umum, membangun replika Cabang Olahraga sebagai identitas kota, menyelenggarakan event-event pendukung pariwisata," papar Ade Yasin.

Berdayakan PKL

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan penataan dan pembangunan rest area Puncak dalam rangka memberdayakan serta menata pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata tersebut.

"Rest area ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan dan penataan PKL serta pelaku ekonomi mikro di sepanjang Jalan Raya Puncak, karena itu menjadi beban, mengingat para PKL ini memanfaatkan ruang yang sebenarnya bukan tempatnya," ujar Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jabar, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Oscar R. H Siagian di Bogor, Jawa Barat pada Kamis (24/3).

Oscar mengatakan bahwa di puncak ini curah hujan sangat tinggi, kemudian daerah topografinya dataran tinggi, jadi kalau dibebani untuk sesuatu yang tidak sesuai dengan tata ruang maka dikhawatirkan akan terjadi bencana longsor.

Baca Juga: