JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah pada awal pekan ini. Sentimen terhadap rupiah diperkirakan berasal dari rilis data penggajian di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah data ekonomi nasional.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (7/8), bergerak melemah di 15.150-15.240 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, Jumat (4/8), ditutup melemah 0,11 persen atau 16 poin dari sehari sebelumnya menjadi 15.170 rupiah per dollar AS.

Analis Bank Woori Saudara BWS Rully Nova, penguatan rupiah terhadap dollar AS dipengaruhi faktor domestik, yaitu penguatan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia. "Index PMI manufaktur Indonesia pada Juli 2023 meningkat menjadi 53,3 dari 52,5 (pada Juni 2023)," katanya.

Adapun dari faktor eksternal, sentimen datang dari optimisme kebijakan stimulus ekonomi oleh pemerintah Tiongkok. "Pemerintah Tiongkok akan meningkatkan likuiditas perekonomiannya pada sektor infrastruktur melalui swasta," ucap Rully.

Sementara itu, Ibrahim menilai pasar sekarang terfokus tepat pada data nonfarm payrolls (AS) diharapkan menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap stabil hingga Juli 2023.

Lebih lanjut, tanda-tanda ketahanan di pasar tenaga kerja memberikan The Fed lebih banyak dorongan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Baca Juga: