Keberadaan KEK Tanjung Kelayang mampu meningkatkan dengan cepat perekonomian Bangka Belitung.

PANGKALPINANG - Presiden Joko Widodo mengatakan orientasi pembangunan Provinsi Bangka Belitung (Babel) harus diubah dan beralih dari sektor pertambangan ke sektor kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata.

"Di sini kalau kita mau lestari, yang mesti diperkuat, di pariwisata. Karena sektor pertambangan itu suatu ketika, pasti habis," ujar Jokowi di Pasar Pagi, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (14/3).

Presiden menambahkan, saat ini sudah terbangun kawasan ekonomi khusus pariwisata Tanjung Kelayang. Keberadaan KEK Tanjung Kelayang ini mampu meningkatkan perekonomian provinsi dengan pesat.

"Pak Gubernur tadi menyampaikan, usai ada (KEK) Tanjung Kelayang, PAD jadi tambah, naik 300 persen. Ini dampak pariwisata, kelihatan sekali," tegas Kepala Negara.

Apalagi, saat ini Bandara Depati Amir di Kota Pangkalpinang sudah direvitalisasi dan akan dikembangkan lagi terminal penumpangnya demi memenuhi pertumbuhan penumpang.

Ke depan, pemerintah akan membangun dua KEK lagi di provinsi Babel, yaitu KEK Tanjung Gunung dan Sungailiat. Ia yakin perekonomian Bangka Belitung kembali meningkat.

"Akan dibuat lagi KEK yang lainnya, baru disiapkan, sehingga kita harapkan betul-betul ekonomi dapat tumbuh," lanjut Presiden.

Saat ini, Bangka Belitung sudah menjadi salah satu tujuan baru destinasi wisata Tanah Air. Sejumlah destinasi wisata yang sudah mulai menjadi favorit pelancong, antara lain Pulau Lengkuas, Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Tanjung Tinggi dan Pantai Pangana.

Siap Menyusul

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, memastikan Tanjung Gunung telah siap untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata.

Menpar Arief Yahya melakukan kunjungan kerja ke Pangkalpinang, Provinsi Babel, Kamis, memastikan Tanjung Gunung siap menyusul Tanjung Kelayang untuk menjadi KEK Pariwisata. Usai mendampingi Presiden melakukan penandatanganan Prasasti Peresmian Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan peresmian KEK Tanjung Kelayang di Bandara Depati Amir, Babel, Menpar Arief Yahya mendampingi Menko Perekonomian, Darmin Nasution, meninjau kawasan Tanjung Gunung.

"Sejauh ini, rata-rata investasi yang telah dilakukan mencapai 76 persen yakni lima triliun rupiah. Investor yang sudah masuk yakni Sheraton, Sofitel, dan MGallery. Diharapkan, pembangunan sudah selesai pada Agustus 2019," kata Menpar.

Arief menegaskan kawasan Tanjung Gunung sudah siap dikembangkan sebagai KEK dan bisa mulai dioperasikan. Kondisi itu juga didukung oleh kesiapan infrastruktur kawasan itu.

"Hari ini, tepat tiga tahun kurang satu hari setelah kita mendapatkan area ini. Berdasarkan aturan resmi, KEK harus sudah dioperasikan," tambah Menpar.

Arief mengatakan dalam pengembangan kawasan Tanjung Gunung, sebaiknya dilakukan perjanjian kerja sama dengan pihak terkait untuk menghindari terjadinya aktivitas yang merugikan kawasan tersebut, misalnya aktivitas penambangan liar. PT Timah, misalnya, sudah menyatakan tidak akan melakukan penambangan di sini. fdl/Ant/P-4

Baca Juga: